Senin, 20 Mei 2013

METODE ILMIAH (tugas bahasa indonesia 2)



Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
  1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Langkah – langkah penerapan metode ilmiah

1.         Menentukan dan memberikan batasan kepada masalah.
Masalah yang dihadapi atau ditemukan ketika mengadakan kontak dengan fakta dan gejala alam harus diketahui dengan pasti, yakni fakta-fakta yang terorganisasi yang relevan untuk memecahkan masalah itu.

2.         Menentukan hipotesis atau rumusan pemecahan masalah yang bersifat sementara.
Ada dua pendekatan untuk memperoleh hipotesis atau dugaan yang mungkin benar yaitu :

a. Pendekatan pertama, yang disebut pendekatan induksi, diawali dengan pengumpulan data yang didapat dari observasi dan kemudian menggunakan data itu sebagai dasar perumusan hipotesis.
b. Pendekatan kedua yang disebut pendekatan deduktif, merupakan cara yang lebih sederhana, khususnya jika kita sangkutkan dengan situasi yang sudah dikenal.

3.         Menguji dan mengadakan verifikasi kesimpulan salah satu unsur keberhasilan ilmu alamiah dalam memecahkan masalah, ialah bahwa ilmu alamiah tidak menerima kesimpulannya sendiri, tidak memandang bagaimana dapat dipercaya atau luasnya data di mana kesimpulan itu didasarkan, juga bagaimana baiknya kesimpulan itu cocok dengan gagasan sebelumnya.
Di dalam ilmu alamiah suatu kesimpulan bersifat sementara, kesimpulan adalah suatu yang harus diuji. Penguji seperti itu memerlukan data tambahan.
Data yang diperoleh guna pengujian terhadap generalisasi tersebut yaitu catatan observasi secara teliti, yang dapat diperoleh dengan observasi bebas yaitu observasi yang dilakukan dalam kondisi yang tidak terkendali dan observasi eksperimen (Kondisi yang terkendali).
Data yang diperoleh dianggap sah bila kedua observasi itu dapat diulangi oleh pengamat yang lain. Kecermatan dan kejujuran merupakan persyaratan bagi pencari kebenaran.
Data yang diperoleh dari observasi tersebut dikumpulkan, dipilih, disusun, dan dikelompokkan, dengan hasil bahwa keteraturan tertentu atau generalisasi menjadi jelas.
Tidak ada pendapat manusia yang sempurna, karena itu tidak ada generalisasi yang dianggap sempurna, walaupun generalisasi keilmuan dapat diselidiki secara kritis oleh banyak peneliti, dan dalam kondisi tertentu mungkin generalisasi itu tidak benar. Generalisasi yang tahan terhadap ujian waktu dan pengalaman, serta diiterima sebagai hal yang benar, disebut hukum. Kebanyakan hukum telah kita revisi bila ada informasi yang diperhatikan bahwa hukum-hukum itu tidak cepat atau kurang mencukupi.
Hukum sipil dapat diubah atau dihapuskan dan hukum sipil mencakup suatu perintah atas kewajiban, sedangkan hukum keilmuan merupakan suatu pernyataan, uraian dan bukan suatu perintah.


Sikap ilmiah

Salah satu aspek tujuan dalam mempelajari ilmu alamiah adalah pembentukan sikap ilmiah. Sikap ilmiah tersebut di antaranya adalah :
1. Jujur
2. Terbuka
3. Toleransi
4. Skeptis
5. Optimis
6. Pemberani
7. Kreatif

Langkah – Langkah Pelaksanaan PI
  • Menyusun Rumusan Masalah
  • Menyusun Kerangka Teori
  • Merumuskan Teori
  • Melakukan Eksperimen
  • Mengolah dan Menganalisis Data
  • Menarik Kesimpulan
  • Mempublikasikan Hasil
http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah
http://nista-maja.blogspot.com/2011/03/langkah-langkah-metode-ilmiah.html http://redmycloudy.blogspot.com/2009/10/metode-ilmiah.html 
http://id.scribd.com/doc/40750397/Sikap-Ilmiah

nama : dimas aria falembangan
kelas : 3ka28
npm : 12110024



Rabu, 24 April 2013

PENGANTAR TEKNIK KOMPILASI

Analisa Leksikal Program Grade Pada Pascal

identifier (UTS,UAS)
reserve word (var,begin,clrscr,write,writeln,readln,end)
nilai konstanta (UTS*0,7+UAS*0.3)
operator (+,*)


contoh program:

hasil output program:

penjelasan:

var UTS,UAS : integer; ( ini mengenalkan variable, dan datanya itu bertype integer)
begin ( bagian pernyataan)
clrscr; ( fungsinya untuk menghapus)
write(‘masukkan nilai UTS:’); ( untuk menampilkan komentar "masukkan nilai UTS":)
readln(UTS); ( untuk menginput, lalu menampilkan data integer yang di masukan)
write(‘masukkan nilai UAS:’); ( untuk menampilkan komentar "masukkan nilai UAS":)
readln(UAS); ( untuk menginput, lalu menampilkan data integer yang di masukan)
TOTAL := (UTS*0.7)+(UAS*0.3); (fungsi nya sebagai rumus total pada UTS dan UAS)
writeln (‘total nilai anda = ', TOTAL:2:0); ( menampilkan total dari nilai anda:)
if TOTAL <40 then (fungsi nya adalah kondisi,jika nilai keseluruhan lebih kecil dari pada 40 maka)
writeln ('grade anda E') (akan menampilkan grade E
if TOTAL <50 then (fungsi nya adalah kondisi,jika nilai keseluruhan lebih kecil dari pada 50 maka)
writeln ('grade anda D') (akan menampilkan grade D
if TOTAL <60 then (fungsi nya adalah kondisi,jika nilai keseluruhan lebih kecil dari pada 60 maka)
writeln ('grade anda C') (akan menampilkan grade C
if TOTAL <70 then (fungsi nya adalah kondisi,jika nilai keseluruhan lebih kecil dari pada 70 maka)
writeln ('grade anda B') (akan menampilkan grade B
selebih nya jika nilai diatas 70 maka
writeln ('grade anda A') (akan menampilkan grade A

end. ( mengakhiri program ).





Senin, 15 April 2013

SILOGISME KATEGORIAL



Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Contoh :
Semua makhluk hidup membutuhkan udara
Kambing adalah hewan
Kambing membutuhkan udara

Minggu, 17 Maret 2013

Pemrograman Java Menggunakan IDE Eclipse Callisto




Pemrograman Java Menggunakan IDE Eclipse Callisto

Eclipse adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) untuk mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di semua platform (platform-independent).

Eclipse merupakan suatu IDE open source yang sangat canggih dan dapat digunakan untuk membuat program java apapun baik J2SE, J2ME, serta java EE. Eclipse memilikiberbagai fitur yang bermanfaat untuk mengembangkan program java dengan cara sedemikian rupa sehingga penulisan program dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

PEMROSESAN TERDISTRIBUSI
            
            Inti dari pemrograman java EE adalah pemrosesan terdistribusi,pemrosesan terdistribusi adalah revousi dalam pemrosesan client/server.pada model client/server ini setiap client mungkin menjadi server bagi computer lain tidak ada sistem server terpusat di mana semua client menggantungkan diri padanya
            
            Komputasi objek terdistribusi manjanjikan system client/server yang lebih fleksibel sebab komponen perangkat lunak yang dapat digunakan ulang ( reusable components) tersebar di segala tempat di jaringan bahkan dijaringan internet global, berjalan pada berbagai platform system informasi dan perangkat keras yang berbeda,serta melakukan pengelolaan proses secara mandiri.semua computer dapat bertindak sebagai client maupun server. Objek-objek dapat membantu pemecahan aplikasi tunggal ke dalam banyak komponen yang lebih mudah dikelola dan di manfaatkan. Objek-objek yang terdistribusi adalah komponen yang dapat digunakan ulang yang tersebar sepanjang jaringan dan dapat diakses oleh siapapun. Komputasi objek terdistribusi memperkenalkan peringkat tinggi dari abstraksi dalam dunia aplikasi terdistribusi.
             
            Komputasi objek terdistribusi adalah kunci pada system informasi mas depan. Koputasi objek terdistribusi dapat dihasilkan dari aplikasi terintegritasi yang mungkin saja terpisah secara geografis dan berjalan pada perangkat keras serta system operasi dengan platform berbeda.sistem informasi harus dapat menghubungkan bagian-bagian aplikasi yang dikembangkan dengan bermacam-macam bahasa pemrograman, menggunakan basis data berorientasi objek serta basis data rlasional yang berbeda, dioptimasi untuk penggunaan via internet dan dioptimasi untuk penggunaan dalam departemen-departemenyang terbuhung dalam jaringan intranet.
             
           dalam aplikasi yang berukuran besar masa kinipada umumnya komponen aplikasi diletakan di sekujur computer yang masing-masing terhubung lewat sarana jaringan. Dalam hal ini pemgembangan aplikasi ,memiliki banyak sekali teknik yang memungkinkan komponen perangkat lunak di suatu lokasi lain. Salah satu teknik umum yang dikenal adalah RPC (remote procedure control) dimana pada teknik ini komponen apikasi yang berjalan di suatu computer




            dapat menggunakan metode milik komponen aplikasi tertentu yang berada di computer lain. Teknik lain untuk mengimplementasikan konsep di atas adalah konsep yang relatif baru yang memungkinkan objek dapat saling mempublikasikan dan memanfaatkan layanan yang dimiliki objek lain.
           
            Implementasi dari komputasi objek terdistribusi tidaklah semudah kita mengembangkan aplikasi mandiri (stand alone) biasa. Komputasi objek terdistribusi menuntut kita untuk memahami berbagai konsep baru konsep yang mendukung dimugkinkan ‘komunikasi’ antar objekyang letaknya tersebar di sekujur jaringan computer dapat dilakukan dengan baik.
             
            Teknologi java EE yang merupakan penerus teknologi J2EE sesungguhnya merupakan teknologi bahasa pemrograman java tingkat lanjut, terutama aplikasi tersebar/terdistribusi yang dapat secara sederhana dikembangkan menggunakan J2SE. dalam hal ini tentu saja kita tidak hanya akan menggunakan perintah-perintah bahasa java lanjtut, tetapi kita juga akan berkenalan dengan konsep pemrograman java yang lebih lanjut seperti JSP (java server pages), applet,servlet,EJB (enterprise java beans), XML (extended markup language), pemrograman basis data menggunakan JPA (java persistence API), dan teknologi hibernate,konsep layanan web (web service), konsep pemrograman multi-tier dan sebagainya.


Referensi :
1.      1.Adi Nugroho, ST.,MMSi.
Eclipse pemrograman java menggunakan IDE eclipse callisto
Yogyakarta,2008